Networking

Desain Topologi 1 Port PON GPON: Memilih Splitter untuk 32, 64, dan 128 ONT

IT Musafir · 19 Jul 2026 · 19 views
Desain Topologi 1 Port PON GPON: Memilih Splitter untuk 32, 64, dan 128 ONT

Desain Topologi 1 Port PON GPON: Memilih Splitter untuk 32, 64, dan 128 ONT

Saat merancang satu port PON, pertanyaan yang paling sering muncul biasanya sederhana: cukup untuk berapa pelanggan? Namun, jawaban yang benar tidak berhenti pada angka 32, 64, atau 128 ONT. Yang perlu dilihat adalah bentuk wilayah, jumlah ODP yang dibutuhkan, kualitas sambungan di lapangan, dan cadangan daya optik setelah jaringan mulai bertambah.

Artikel ini membandingkan tiga susunan splitter yang umum dipakai: 1:4 dilanjutkan 1:8, 1:8 dilanjutkan 1:8, serta 1:16 dilanjutkan 1:8. Angka di bawah adalah contoh desain, bukan angka mutlak untuk semua jaringan. Hasil pengukuran tetap harus mengikuti perangkat, kabel, konektor, dan kondisi jalur yang benar-benar dipakai di lapangan.

Angka dasar yang dipakai pada contoh ini

Supaya perbandingannya adil, ketiga skema memakai asumsi yang sama:

  • OLT PON SFP memancar pada sekitar +10 dBm.

  • Kabel feeder dan distribusi memakai fiber G652D singlemode.

  • Konektor dan patchcord menggunakan SC/UPC biru.

  • ONT paling jauh berada sekitar 4 km dari OLT.

  • Ada cadangan desain atau *engineering reserve

  • 1,50 dB.

Dengan asumsi tersebut, target RX yang nyaman berada di sekitar -18 sampai -20 dBm. Nilai hingga -21 dBm masih merupakan batas kerja yang wajar untuk desain ini. RX di kisaran -21 sampai -24 dBm bukan berarti pelanggan pasti putus, tetapi ruang amannya semakin kecil. Kondisi itu sebaiknya diperlakukan sebagai tanda untuk memeriksa jalur, bukan sebagai target desain. Jika RX lebih buruk dari -24 dBm, telusuri ulang redaman pada sambungan, splitter, kabel, tekukan serat, dan kebersihan konektor.

Sebelum memilih splitter, lihat dulu bentuk wilayah

Jumlah pelanggan bukan satu-satunya dasar memilih rasio splitter. Misalnya, 32 pelanggan yang tersebar di empat gang bisa lebih cocok memakai empat ODP. Sebaliknya, 64 pelanggan yang terkumpul di satu perumahan bisa saja tidak membutuhkan ODP sebanyak wilayah yang lebih menyebar.

Mulailah dari tiga pertanyaan ini:

  1. Berapa titik ODP yang realistis untuk menjangkau rumah pelanggan tanpa menarik drop cable terlalu jauh?

  2. Berapa pelanggan yang benar-benar akan diisi pada enam sampai dua belas bulan pertama?

  3. Apakah masih ada ruang cadangan saat satu jalur perlu diperbaiki, dipindah, atau ditambah pelanggan?

Jawaban dari tiga pertanyaan itu akan lebih membantu daripada langsung memilih splitter dengan kapasitas terbesar.

Pilihan pertama: 1:4 lalu 1:8 untuk 32 ONT

Pada skema ini, satu port PON masuk ke ODC dengan splitter PLC 1:4. Empat jalur keluar kemudian menuju empat ODP, dan setiap ODP memakai splitter PLC 1:8. Kapasitas fisiknya menjadi 32 ONT.

  • Redaman splitter gabungan: sekitar 17,70 dB.

  • Total redaman contoh jalur: sekitar 22,90 dB.

  • Perkiraan RX ONT: sekitar -12,90 dBm.

  • Jumlah ODP: 4 titik.

  • Kapasitas: sampai 32 ONT.

Sinyal pada skema ini sangat kuat karena tingkat pembagiannya masih rendah. Ini cocok untuk area kecil, klaster perumahan yang padat, atau tahap awal ketika pelanggan belum terlalu banyak. Kekurangannya ada pada jangkauan distribusi: hanya ada empat arah utama dari ODC. Bila wilayah memanjang atau tersebar ke banyak blok, skema ini bisa cepat terasa kurang luwes.

Jadi, skema 32 ONT bukan pilihan yang salah. Ia justru efisien ketika area layanan ringkas dan tim tidak membutuhkan banyak titik ODP. Yang kurang tepat adalah memaksakannya untuk wilayah luas hanya karena nilai RX-nya paling kuat.

Pilihan kedua: 1:8 lalu 1:8 untuk 64 ONT

Skema ini memakai PLC 1:8 di ODC. Delapan jalur distribusi diteruskan ke delapan ODP, lalu tiap ODP memakai PLC 1:8. Total kapasitas menjadi 64 ONT.

  • Redaman splitter gabungan: sekitar 21,00 dB.

  • Total redaman contoh jalur: sekitar 26,20 dB.

  • Perkiraan RX ONT: sekitar -16,20 dBm.

  • Jumlah ODP: 8 titik.

  • Kapasitas: sampai 64 ONT.

Ini sering menjadi titik tengah yang praktis. Delapan ODP memberi arah distribusi yang lebih banyak dibanding skema 32 ONT, tetapi optical budget masih cukup longgar. Skema ini masuk akal untuk perumahan sedang, kampung dengan blok yang berdekatan, atau area yang ingin berkembang tanpa langsung menyiapkan terlalu banyak cabang.

RX sekitar -16,20 dBm pada contoh ini masih lebih kuat dari sasaran -18 sampai -20 dBm. Margin tersebut bermanfaat ketika ada variasi hasil splicing, konektor yang mulai kotor, atau penambahan jalur kecil yang memang tidak dapat dihindari. Namun, margin bukan alasan untuk mengabaikan pekerjaan instalasi. Konektor yang kotor dan splice yang buruk tetap akan menjadi sumber gangguan saat jumlah pelanggan bertambah.

Pilihan ketiga: 1:16 lalu 1:8 untuk 128 ONT

Pada skema ketiga, ODC memakai PLC 1:16. Setiap jalur distribusi menuju satu ODP, kemudian dibagi lagi melalui PLC 1:8. Secara fisik, satu port bisa menyediakan 128 keluaran ONT melalui 16 ODP.

  • Redaman splitter gabungan: sekitar 24,00 dB.

  • Total redaman contoh jalur: sekitar 29,20 dB.

  • Perkiraan RX ONT: sekitar -19,20 dBm.

  • Jumlah ODP: 16 titik.

  • Kapasitas fisik: sampai 128 ONT.

  • Target pengisian yang disarankan: sekitar 96 ONT aktif, atau rata-rata enam pelanggan per ODP.

Dalam contoh ini, nilai RX -19,20 dBm berada pada rentang target yang sehat. Karena itu, skema 1:16 lalu 1:8 cocok untuk wilayah yang menyebar dan ingin tumbuh bertahap. Enam belas ODP memberi fleksibilitas penempatan lebih baik tanpa membuat satu ODP terlalu padat.

Yang penting, 128 ONT perlu dipahami sebagai batas kapasitas fisik, bukan target wajib pengisian harian. Mengisi sekitar 96 ONT memberi ruang untuk pelanggan baru, perpindahan jalur, dan variasi redaman nyata di lapangan. Jika port langsung dipenuhi 128 ONT, setiap masalah kecil di jalur optik akan lebih sulit ditangani karena hampir tidak ada ruang cadangan distribusi.

Cara membaca optical budget tanpa membuatnya rumit

Secara sederhana, daya terima ONT adalah daya pancar OLT setelah dikurangi seluruh redaman di jalur. Redaman itu berasal dari splitter, panjang kabel, splice, konektor, adaptor, dan cadangan desain.

Dalam contoh ini, TX OLT +10 dBm dikurangi total redaman 29,20 dB menghasilkan perkiraan RX -19,20 dBm. Perhitungan ini berguna sebagai arah awal. Setelah instalasi selesai, hasil akhirnya tetap harus dibuktikan dengan pengukuran aktual. Catat RX dari OLT dan, bila diperlukan, gunakan power meter atau OTDR untuk mencari titik redaman yang tidak wajar.

Jangan hanya melihat apakah ONT masih online. ONT yang masih online dengan RX terlalu rendah bisa menjadi pelanggan pertama yang bermasalah ketika ada hujan, pekerjaan kabel, atau konektor mulai kotor.

Saat nilai RX tidak sesuai dengan rencana

Bila hasil RX jauh lebih rendah daripada hitungan, cek secara berurutan agar pekerjaan tidak berputar-putar:

  1. Pastikan pembacaan dilakukan pada port dan arah optik yang benar. Cocokkan juga nilai TX OLT dengan modul yang benar-benar terpasang.

  2. Periksa konektor SC/UPC biru dari OLT, ODC, ODP, sampai ONT. Bersihkan ferrule dan jangan mencampur konektor UPC dengan APC hijau.

  3. Cocokkan splitter yang terpasang dengan gambar kerja. Salah rasio splitter atau jalur yang melewati splitter tambahan akan menaikkan redaman cukup besar.

  4. Periksa patchcord, adaptor, dan hasil splicing. Tekukan kabel yang terlalu tajam juga bisa menambah loss.

  5. Ukur segmen feeder, distribusi, dan drop cable jika sumber masalah belum terlihat. OTDR membantu mencari lokasi sambungan atau kabel yang bermasalah.

  6. Setelah perbaikan, ukur kembali dan catat nilainya. Dokumentasi ini memudahkan pembanding saat ada gangguan berikutnya.

Rekomendasi praktis

Pilih *1:4 lalu 1:8

  • ketika area kecil dan empat ODP sudah cukup. Pilih 1:8 lalu 1:8 ketika membutuhkan delapan arah distribusi dengan kapasitas sedang. Untuk wilayah yang lebih menyebar atau rencana ekspansi bertahap, 1:16 lalu 1:8 paling seimbang pada contoh ini: sediakan 16 ODP, targetkan sekitar 96 ONT aktif, dan simpan 128 ONT sebagai batas kapasitas.

Tidak ada satu rasio yang pasti paling baik untuk semua tempat. Desain yang baik adalah desain yang sesuai peta wilayah, mudah dirawat oleh teknisi, memiliki catatan pengukuran yang rapi, dan masih menyisakan ruang ketika jaringan tumbuh. Dengan cara itu, satu port PON tidak hanya cukup untuk dipakai hari ini, tetapi tetap nyaman dikelola beberapa tahap ekspansi ke depan.

Format gambar: JPG, PNG, GIF, WebP. Maksimal 5MB.

Artikel Terbaru

DENRAMA Support

Online via WhatsApp

Halo, butuh konsultasi IT, produk, billing, service, atau integrasi? Kirim pesan ke tim DenRama dan kami bantu arahkan dari sana.
Konsultasi layanan dan produk
Support teknis dan penjadwalan
Estimasi kebutuhan proyek
Chat via WhatsApp