Ringkasnya
- WireGuard: biasanya lebih cepat, lebih simpel, dan cocok untuk mobile/remote kerja.
- OpenVPN: biasanya lebih fleksibel untuk kebutuhan legacy/enterprise dan jaringan yang ketat.
Target pembaca
- Kamu mau pasang VPN sendiri (VPS/kantor) untuk akses server, remote kerja, atau koneksi antar kantor (site-to-site).
1) Performa: kenapa WireGuard sering terasa lebih kencang?
- Lebih ringan dan sederhana → overhead lebih kecil.
- Stabil untuk perpindahan jaringan (WiFi ⇄ 4G) jika pakai keepalive.
- Enkripsi modern default (kamu tidak pusing memilih cipher).
2) Keamanan: yang penting bukan nama VPN-nya, tapi implementasi
- WireGuard aman jika key management rapi dan AllowedIPs benar.
- OpenVPN aman jika TLS/cipher modern, sertifikat benar, dan akses user dibatasi.
3) Kapan pilih WireGuard?
- Remote work 1–100 user (tergantung spek).
- Akses private network (LAN kantor) dari luar.
- Site-to-site sederhana.
4) Kapan pilih OpenVPN?
- Kamu butuh kompatibilitas dengan sistem/perangkat lama.
- Kamu butuh opsi transport (mis. TCP) saat UDP diblok.
- Kamu butuh integrasi yang sudah mapan di ekosistem OpenVPN.
5) Checklist desain VPN biar tidak “konek tapi tidak bisa akses”
- Tentukan subnet VPN (contoh: 10.66.66.0/24).
- Putuskan full-tunnel (semua traffic lewat VPN) atau split-tunnel (hanya subnet internal).
- Pastikan routing di server menuju LAN tujuan (jika ada).
- Pastikan firewall allow port VPN + allow forwarding.
Contoh WireGuard (konfigurasi sederhana) Asumsi:
- Server public IP, UDP 51820
- VPN subnet 10.66.66.0/24
- Client dapat 10.66.66.2
Server wg0.conf:
[Interface]
Address = 10.66.66.1/24
ListenPort = 51820
PrivateKey =
[Peer]
PublicKey =
Client:
[Interface]
Address = 10.66.66.2/32
PrivateKey =
[Peer]
PublicKey =
Catatan AllowedIPs
- Full-tunnel: 0.0.0.0/0 (semua traffic lewat VPN).
- Split-tunnel: contoh 10.0.0.0/8, 192.168.0.0/16 (hanya akses jaringan internal).
Troubleshooting cepat (paling sering) A) Konek tapi tidak bisa akses internet
- Cek AllowedIPs (client).
- Pastikan IP forwarding aktif di server.
- Pastikan NAT (masquerade) jika client keluar internet via server.
B) Lambat atau sering putus
- Cek MTU (sering penyebab utama). Coba 1420/1380 tergantung jalur.
- Pastikan keepalive untuk client di belakang NAT ketat.
- Cek packet loss dan jitter.